Di zaman yang serba canggih, segala aktivitas apapun kerap disokong oleh kehadiran internet. Mulai dari membeli pakaian, bahan pokok, perlengkapan make up, elektronik, bahkan transportasi, hingga memasang iklan, kini semuanya memanfaatkan metode online.
Dikutip dari nationalgeographic.co.id, Ericsson ConsumerLab, penyedia teknologi komunikasi dan jasa multinasional milik Swedia dalam laporan tahunan memaparkan Hot Consumer Trend, yakni survei sampel yang mewakili 68 juta warga perkotaan, berusia 15-69 tahun.
Tren luas ini diambil dari survei tidak hanya dari konsumen di New York, Paris dan Tokyo, tetapi juga di Moskow, Istanbul, Shanghai, Johannesburg, Sao Paulo dan kota-kota lain di seluruh dunia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2016, internet akan menjadi dasar dari cara dunia bekerja, melakukan perjalanan, bersosialisasi, menonton TV, berbelanja, berolahraga dan bahkan mengontak layanan darurat.
Tidak terkecuali salah satunya pemasaran properti. Kini, masyarakat mulai memaksimalkan performa internet sebagai cara utama mengiklankan properti, terlebih bagi mereka yang berprofesi sebagai broker/agen properti.
Oleh karena itu bagi Anda para broker profesional, mampu menguasai gadget beserta fitur-fiturnya seperti aplikasi media sosial merupakan poin plus tersendiri. Apa saja contohnya?
Sumber: Wikipedia
Sumber: Wikipedia
Aktif di jejaring media sosial
“Memasarkan properti via media sosial itu masih menjadi salah satu kiat jitu yang sebaiknya patut diterapkan broker,” ujar Arnold Richmon, selaku Social Media Manager Rumah.com.
Pendapat ini senada dengan hasil riset We Are Social tahun 2015 lalu, yang merilis pengguna sosial media aktif di Indonesia berjumlah 72 juta dari total populasi penduduk sebanyak 255,5 juta.
Hasil riset ini juga menunjukkan platform media sosial yang paling digemari masyarakat Indonesia di sepanjang tahun 2015 adalah Facebook. Kemudian disusul Twitter, Google+, Linkedin, Instagram, dan terakhir Pinterest.
“Alasan Facebook masih menjadi sarana paling efektif untuk mengiklankan properti adalah karena massanya (pengguna) sangat banyak. Dan rata-rata, usia pengguna facebook hari ini adalah orang-orang yang tengah mencari rumah, apartemen, atau jenis properti lainnya,” tambahnya.
Karena itu, jangan malas mempelajari dan membuka akun beragam media sosial di atas.
Membuat website pribadi
Selain media sosial, sarana lain yang layak dipertimbangkan adalah membuat website pribadi. Sebagai referensi, Anda dapat menggunakan fitur Agent Net alias dashboard yang bisa ditemukan di berbagai situs online properti.
Website pribadi ini biasanya mensyaratkan agen untuk terlebih dahulu menjadi anggota (member) dengan opsi paket Profesional dan Premium. Biaya yang dikenakan untuk bisa menikmati website pribadi ini cukup terjangkau, mulai dari Rp700 ribu hingga Rp1,4 juta per tahun.
Lewat website pribadi ini, broker bisa bebas memasarkan seluruh listing andalannya, sekaligus ajang memperkenalkan diri selaku agen properti terpercaya. Jangan lupa, sebarkan link website pribadi ini ke akun media sosial pribadi Anda.
Anda juga bisa membuat website pribadi melalui blog seperti WordPress, Blogger, dan lain-lain. Di sini, Anda tak hanya bisa memampang listing yang Anda pasarkan, tetapi beragam informasi terkait properti seperti tingkat suku bunga, tips mengajukan KPR, dan informasi lain yang berguna bagi calon pembeli.
Pastikan website pribadi Anda memiliki fitur ‘share’ yang memudahkan Anda untuk menyebarkan isi website Anda melalui beragam media sosial lewat sekali ‘klik’.
Optimalkan virtual tour
Trik lain yang mampu menjadikan website maupun akun media sosial Anda lain daripada yang lain adalah galeri foto berkualitas. Dan akan semakin lebih ‘keren’ lagi, jika Anda mengunggah foto virtual tour di kedua platform online tersebut.
Contoh foto virtual tour sendiri bisa Anda intip melalui sejumlah listing perumahan baru yang ada di Rumah.com. Gampangnya, fitur ini memberikan pandangan 360 derajat sehingga dalam satu foto, calon pembeli Anda bisa melihat sekelilingnya secara detail.
Hasil foto virtual tour yang menampilkan panorama 360 derajat
Hasil foto virtual tour yang menampilkan panorama 360 derajat
Mengirimkan newsletter secara berkala
Untuk memaksimalkan performa pemasaran Anda, mengirimkan newsletter secara rutin melalui e-mail kepada klien atau calon pembeli adalah aktivitas yang tidak boleh luput dari perhatian. Jangan terlalu sering, cukup minimal 2 minggu sekali.
Dalam newsletter tersebut, Anda bisa berbagi informasi seputar website Anda, jadwal open house, rumah baru yang dijual, jadwal-jadwal seminar yang akan berlangsung, dan berita menarik lainnya.
5. Ketahui etika dalam bersosial media
Ingat, dalam menyebarkan informasi lewat media sosial, ada juga etikanya. Menyebarkan listingan Anda secara terus-menerus akan membuat orang-orang yang terhubung dengan media sosial Anda jengkel dan meninggalkan Anda.
Sabtu, 07 Oktober 2017
Jumat, 06 Oktober 2017
Ciri Ciri Lahan yang baik untuk dijadikan Perumahan
Ciri Ciri Lahan yang bagus, memang setiap orang mempunyai kriteria masing masing, akan tetapi khusus bila mau dijadikan perumahan dan untuk dijual kembali maka ada ciri ciri khusus yang harus dipenuhi, agar proyek bisa berjalan sesuai rencana, karna lahan adalah faktor utama dalam keberhasilan proyek, yuk ketahui Ciri Ciri Lahan yang bagus apa yang wajib diketahui sebelum anda memutuskan untuk mengesekusi lahan tersebut
1. Surat SHM
pastikan surat sudah shm, bila belum silahkan konsultasikan kenotaris setempat, apakah bisa diurus ke SHM atau tidak bila tidak jangan sekali kali anda ambil.
pastikan surat sudah shm, bila belum silahkan konsultasikan kenotaris setempat, apakah bisa diurus ke SHM atau tidak bila tidak jangan sekali kali anda ambil.
2. Harga Murah
harga harus masuk dalam itungan karna bisnis properti ini hanya bisa mengambil untung dari selisih harga tanah, kalau sudah mahal ya harus cari yang masih murah.
harga harus masuk dalam itungan karna bisnis properti ini hanya bisa mengambil untung dari selisih harga tanah, kalau sudah mahal ya harus cari yang masih murah.
3. Lokasi Tidak Banjir
Pastikan ketika surve datangi juga pas hujan agar ketahuan daerah tersebut banjir atau tidak, karna lahan yg sudah terkenal kena banjir akan sulit untuk menjualnya, walaupun misal anda sudah buat selokan untuk antisipasi banjir.
Pastikan ketika surve datangi juga pas hujan agar ketahuan daerah tersebut banjir atau tidak, karna lahan yg sudah terkenal kena banjir akan sulit untuk menjualnya, walaupun misal anda sudah buat selokan untuk antisipasi banjir.
4. Mudah Dijangkau
lahan yang anda incar terlebih dulu disurve dengan mengunakan mobil untuk memastikan masuk mobil, hehe dan lihat seberapa jarak dari pusat keramaian, setidaknya dekat dengan pusat belanja misal alfamaret, alfamidi atau dekat dengan ATM, kurang lebih 5 Km sudah bagus.
lahan yang anda incar terlebih dulu disurve dengan mengunakan mobil untuk memastikan masuk mobil, hehe dan lihat seberapa jarak dari pusat keramaian, setidaknya dekat dengan pusat belanja misal alfamaret, alfamidi atau dekat dengan ATM, kurang lebih 5 Km sudah bagus.
5. Sumber Air dan Listrik bagus
lihat sekeliling apakah sudah ada tiang listrik? dan cek airnya apakah keruh atau mengadung besi, anda bisa datangi masjid terdekat coba wudhu atau minum airnya apakah bau atau asin dll.. pastikan airnya tawar dan masih jernih.
lihat sekeliling apakah sudah ada tiang listrik? dan cek airnya apakah keruh atau mengadung besi, anda bisa datangi masjid terdekat coba wudhu atau minum airnya apakah bau atau asin dll.. pastikan airnya tawar dan masih jernih.
6. Lihat suasana lingkungannya
lihat sekeliling suasana budaya setempat, pastikan lingkungannya baik, ini untuk memudahkan dalam membuat perijinan dan promosi misal lingkungannya Islami dekat masjid dan pondok, anda bisa buat promo perumahan islami.
lihat sekeliling suasana budaya setempat, pastikan lingkungannya baik, ini untuk memudahkan dalam membuat perijinan dan promosi misal lingkungannya Islami dekat masjid dan pondok, anda bisa buat promo perumahan islami.
7. Dekat dengan perumahan
loh kok malah menyarankan dekat dengan pesaing? apa tidak berrebut konsumennya? jangan negative thigking dulu, jadi gini, semakin banyak perumahan dekat dengan lokasi itu menandakan,
loh kok malah menyarankan dekat dengan pesaing? apa tidak berrebut konsumennya? jangan negative thigking dulu, jadi gini, semakin banyak perumahan dekat dengan lokasi itu menandakan,
1. pasar didaerah tersebut sudah mampu beli rumah.
2 mengetahui harga pasaran rumah yg laku anda tinggal dibawah mereka sedikit biar cepat soldout.
3 mengetahui tipe berapa dan model desain yang diminati
4. gali seberapa cepat jualannya, tanyakan sudah habis atau belum, gali sebab2nya.
5. saya faris vio sarankan radius perumahan dari lokasi setidaknya 500 M -> 2 Km sudah ada perumahan, sebagai indikator bahwa lokasi yang akan anda esekusi siap dijadikan perumahan.
8. Cara Pembayaran
Silahkan diskusikan cara pembayaran ke pemilik tanah, kira kira bisa kerjasama, atau cara pembayaran yang lunak, misal DP dulu, selebihnya pembayaran sesuai unit terjual, atau lahan hotdeal alias kerjasama tanda jadi sekedarnya saja sebagai keseriusan, kemudian lahan akan dibayar sesuai progres penjualan. dan lain lain yang penting sesuaikan kemampuan keuangan anda.
Silahkan diskusikan cara pembayaran ke pemilik tanah, kira kira bisa kerjasama, atau cara pembayaran yang lunak, misal DP dulu, selebihnya pembayaran sesuai unit terjual, atau lahan hotdeal alias kerjasama tanda jadi sekedarnya saja sebagai keseriusan, kemudian lahan akan dibayar sesuai progres penjualan. dan lain lain yang penting sesuaikan kemampuan keuangan anda.
Ciri Ciri Lahan yang bagus kriteria diatas semoga membantu anda untuk semangat mencari lahan, dapatkan informasi workshop SPEKTAKULER REVOLUSI MENJADI PENGEMBANG BERSUBSIDI disini semoga bermanfaat.
Sistem Informasi Developer Properti
SID II merupakan sebuah sistem informasi yang menawarkan solusi bisnis kepada para pengembang perumahan. Kami berharap dapat memberi manfaat secara optimal dan tak henti-hentinya kami menggali kebutuhan pengguna untuk melakukan pengembangan. SID II juga percaya bahwa data yang dikelola dengan baik akan melahirkan pengetahuan yang baik , pengetahuan yang baik akan melahirkan keputusan bisnis yang baik pula.
Video berikut menjelaskan bagaimana SID II dapat membantu meningkatkan performa kerja SDM untuk meminimalkan piutang macet dalam bisnis perumahan
1. Tujuan SID II ini adalah untuk memudahkan para developer properti dalam mengelola bisnisnya yang mempunyai banyak lokasi dengan sid 2 bisa mengelola ratusan lokasi sekaligus.
2. Untuk memudahkan dalam mengelola konsumen baik manajemen follow up dan monitoring pembayaran secara automatis
3. Menghasilkan model sistem informasi berbasis web yang dapat meningkatkan kulitas pelayanan konsumen dan ketepatan waktu
4. Dapat Mempermudah dalam menentukan pengecekan kapling atau rumah yang masih tersedia
5. Dapat Mempermudah pendataan konsumen yang baru datang kelokasi dengan adanya jejak follow up
6. Dapat Memberikan Informasi konsumen yang jatuh tempo dan akan di beritahu via email secara automatis
7. Tujuan sebenarnya adalah untuk membantu para pelaku bisnis properti dengan mudah mengelola semua lokasi perumahan yang dia punya dimana saja berada
untuk pemesanan SID II sangat mudah bisa via web disini http://www.sistemdeveloper.comhttp://www.sistemdeveloper.com atau Via WA: 08175478689 / 085643685169
Selasa, 10 Januari 2017
keuntungan beli rumah subsidi
keuntungan beli rumah subsidi, perlu anda ketahui sebelum membeli rumah bersubsidi ini yang relatif harganya murah berkisar antara 100 jt – sampai 130 jt, dengan kwalitas standar karna harga segitu sudah mencakup semua, jadi sebagai developer harus memperhitungkan biaya setiap bagian mulai dari perijinan, pematangan lahan, pembangunan serta pemasaran, semua itu membutuhkan biaya yg tidak sedikit sehingga harga rumah yang sudah dipatok oleh pemerintah tidak boleh lebih dari 130 jt tersebut harus bisa membiayai semua elemen diatas, jadi wajar kalau kwalitas bagunan standar banget, tapi endak usah berkecil hati, saya akan kupas keuntungan beli rumah bersubsidi ini.
Berikut ini keuntungan-keuntungan yang dimiliki oleh rumah bersubsidi dari pemerintah, antara lain :
Harganya Jauh Lebih Ringan
Rumah bersubsidi merupakan pilihan yang paling tepat untuk mendapatkan rumah dengan harga yang terjangkau. Ini dikarenakan rumah ini memang sudah disubsidi oleh pemerintah melalui program kesejahteraan nasional. Rumah ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang penghasilannya rendah.
Rumah bersubsidi merupakan pilihan yang paling tepat untuk mendapatkan rumah dengan harga yang terjangkau. Ini dikarenakan rumah ini memang sudah disubsidi oleh pemerintah melalui program kesejahteraan nasional. Rumah ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang penghasilannya rendah.
Dibangun oleh Pengembang Tepercaya
Pemerintah tentu tidak mau main-main dengan programnya. Mereka tidak akan menjalin kerjasama dengan developer yang kualitasnya masih diragukan. Semua pengembang yang tergabung dalam proyek tersebut sudah mempunyai reputasi yang tepercaya, meskipun skalanya kecil. ini berarti risiko Anda ditipu oleh developer nakal pun hampir mustahil. bahkan para developer yang belum mengikuti workshop Pengembang bersubsidi inihttp://www.workshopproperti.com akan sulit untuk bergabung dalam asosiasi pengembang yang terpercaya.
Pemerintah tentu tidak mau main-main dengan programnya. Mereka tidak akan menjalin kerjasama dengan developer yang kualitasnya masih diragukan. Semua pengembang yang tergabung dalam proyek tersebut sudah mempunyai reputasi yang tepercaya, meskipun skalanya kecil. ini berarti risiko Anda ditipu oleh developer nakal pun hampir mustahil. bahkan para developer yang belum mengikuti workshop Pengembang bersubsidi inihttp://www.workshopproperti.com akan sulit untuk bergabung dalam asosiasi pengembang yang terpercaya.
Bertempat di Lokasi yang Potensial
Kebanyakan lokasi yang dipilih untuk dibangun rumah bersubsidi ialah daerah yang sedang mengalami perkembangan pesat. Kawasan yang berdekatan dengan perindustrian merupakan lokasi yang paling banyak dilirik. Hal tersebut tentu akan memudahkan Anda bila nanti sudah memiliki rumah bersubsidi ini.
Kebanyakan lokasi yang dipilih untuk dibangun rumah bersubsidi ialah daerah yang sedang mengalami perkembangan pesat. Kawasan yang berdekatan dengan perindustrian merupakan lokasi yang paling banyak dilirik. Hal tersebut tentu akan memudahkan Anda bila nanti sudah memiliki rumah bersubsidi ini.
Tidak Ada Rumah Inden
Pemerintah juga telah mengatur bahwa tidak ada sistem rumah inden pada program rumah bersubsidi ini. Tujuannya adalah melindungi rakyatnya dari ulah para developer yang curang. Pada saat Anda ingin membeli, kondisi rumah-rumah ini sudah siap ditinggali. Perlu diketahui, rumah inden merupakan rumah yang dipesan di muka dan belum dibangun.
Pemerintah juga telah mengatur bahwa tidak ada sistem rumah inden pada program rumah bersubsidi ini. Tujuannya adalah melindungi rakyatnya dari ulah para developer yang curang. Pada saat Anda ingin membeli, kondisi rumah-rumah ini sudah siap ditinggali. Perlu diketahui, rumah inden merupakan rumah yang dipesan di muka dan belum dibangun.
Kelengkapan Syarat-syaratnya Gampang
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membeli rumah bersubsidi tidak terlalu rumit kok. Berdasarkan peraturan Kemenpera No. 3 tahun 2014, syarat-syarat mengajukan KPR-FLPP yaitu WNI berusia minimal 21 tahun, mempunyai penghasilan tetap maksimal Rp 4 juta untuk rumah tapak dan Rp 7 juta untuk rumah susun, memiliki NPWP, melampirkan fotokopi SPT dan PPh, belum mempunyai rumah pribadi, serta belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah terkait proses kepemilikan rumah.
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membeli rumah bersubsidi tidak terlalu rumit kok. Berdasarkan peraturan Kemenpera No. 3 tahun 2014, syarat-syarat mengajukan KPR-FLPP yaitu WNI berusia minimal 21 tahun, mempunyai penghasilan tetap maksimal Rp 4 juta untuk rumah tapak dan Rp 7 juta untuk rumah susun, memiliki NPWP, melampirkan fotokopi SPT dan PPh, belum mempunyai rumah pribadi, serta belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah terkait proses kepemilikan rumah.
Sebaliknya, kerugian-kerugian pada saat Anda membeli rumah bersubsidi meliputi :
Spesifikasi Bangunannya Masih Standar
Semua rumah bersubsidi dibangun dengan spesifikasi yang benar-benar standar. Anda tidak bisa menemukan rumah yang berukuran luas, desainnya mewah, atau pun rumah dengan fasilitas yang sempurna di sini. Bahkan ukurannya pun sudah dibatasi yakni rumah tapak seluas 36 m2 dan rumah susun seluas 21-36 m2.
Semua rumah bersubsidi dibangun dengan spesifikasi yang benar-benar standar. Anda tidak bisa menemukan rumah yang berukuran luas, desainnya mewah, atau pun rumah dengan fasilitas yang sempurna di sini. Bahkan ukurannya pun sudah dibatasi yakni rumah tapak seluas 36 m2 dan rumah susun seluas 21-36 m2.
Akses Informasinya Sulit Didapatkan
Apabila Anda sudah berkeinginan kuat untuk membeli rumah bersubsidi, disarankan untuk selalu bersikap pro-aktif. Pasalnya sumber informasi yang bisa Anda dapatkan untuk mengetahui rumah subsidi di dekat Anda dan serba-serbinya masih sangat terbatas. Kalau Anda hanya diam menunggu sampai pemerintah setempat mengumumkan proyek rumah bersubsidi, bisa jadi rumah tersebut sudah keburu habis dibeli oleh orang lain.
Apabila Anda sudah berkeinginan kuat untuk membeli rumah bersubsidi, disarankan untuk selalu bersikap pro-aktif. Pasalnya sumber informasi yang bisa Anda dapatkan untuk mengetahui rumah subsidi di dekat Anda dan serba-serbinya masih sangat terbatas. Kalau Anda hanya diam menunggu sampai pemerintah setempat mengumumkan proyek rumah bersubsidi, bisa jadi rumah tersebut sudah keburu habis dibeli oleh orang lain.
Lokasinya Jauh dari Pusat Kota
Seperti yang sudah disebutkan di atas, rumah yang dibangun dengan subsidi pemerintah biasanya berlokasi di kawasan perindustrian yang notabene jauh dari pusat kota. Saat Anda memutuskan membeli rumah ini, Anda harus siap dengan semua konsekuensinya. Termasuk jika nantinya mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas-fasilitas umum.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, rumah yang dibangun dengan subsidi pemerintah biasanya berlokasi di kawasan perindustrian yang notabene jauh dari pusat kota. Saat Anda memutuskan membeli rumah ini, Anda harus siap dengan semua konsekuensinya. Termasuk jika nantinya mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas-fasilitas umum.
Cari konsumen baik hati
Cari konsumen baik hati, Hari Minggu jam 11:00 siang kemarin cuaca di Depok panas terik. Saya di stand by di marketing office karena ada konsumen yang akan menyerahkan berkas pengajuan KPR, seorang Ibu usia sekitar 40an dengan jilbab panjangnya.
Beliau turun dari Jalan Raya Sawangan dan ternyata ke kantor marketing saya yang jaraknya sekitar 400 meter jalan kaki.
Begitu sampai di kantor kami beliau pun ijin minum aqua yang kami sediakan.
Selesai minum beliau bertanya: “Mas, tempat sampah mana? Saya mau buang botol aqua ini”. Saya menjawab “Taruh saja di meja Bu, nanti tim kami bereskan”.
Selesai minum beliau bertanya: “Mas, tempat sampah mana? Saya mau buang botol aqua ini”. Saya menjawab “Taruh saja di meja Bu, nanti tim kami bereskan”.
“Saya nggak terbiasa Mas”
Dan kemudian botol itu dimasukkan ke tasnya, nanti akan saya buang begitu ada tempat sampah katanya.
Dan kemudian botol itu dimasukkan ke tasnya, nanti akan saya buang begitu ada tempat sampah katanya.
Kemudian kami survey ke rumah-rumah kami yg siap huni, di situ ada beberapa tukang yang sedang beres-beres.
Cari konsumen baik hati, Beliaupun permisi dan menyapa mereka dengan beberapa percakapan. Selesai survey, beliau pun permisi dan mengucapkan terima kasih kepada tukang-tukang kami yang sedang bekerja.
Setelah diskusi, beliau pamit dan saya coba menawarkan tumpangan ke Jalan Raya Sawangan yg berjarak 400 meter tadi. “Saya antar kedepan Bu, jam 12 gini panas bukan main”
“Terima kasih tetapi mohon maaf Mas Pam, lebih baik saya jalan daripada dibonceng orang lain, takut fitnah”.
“Terima kasih tetapi mohon maaf Mas Pam, lebih baik saya jalan daripada dibonceng orang lain, takut fitnah”.
Cari konsumen baik hati, Saya salut dengan Ibu ini, disiplin-ramah-supel dan memegang prinsip, padahal demi itu dia harus jalan kaki kepanasan dan keringat bercucuran. Perlu Ibu tahu, dijaman penuh gemerlap, seperti Ibu ini semakin langka, batinku
Kamus dan istilah dalam dunia bisnis properti
Kamus dan istilah dalam dunia bisnis properti
Ada baiknya sebelum terjun di bisnis riil ini, kita mengetahui istilah-istilah yang umum digunakan dalam dunia properti. Istilah-istilah tersebut adalah :
Agen properti
Bekerja di bawah Broker properti, tugasnya mencari listing dan menjual properti.
AJB
Akta Jual Beli. Akta yang menyatakan telah terjadi peralihan hak kepemilkan atas sebuah aset dan sah secara hukum, karena nama di sertifikat telah diganti menjadi nama pembeli.
Anuitas rest
Bunga yang dibayar berdasarkan sisa pokok kredit bulan sebelumnya, bunganya menurun sesuai dengan saldo pinjamannya.
Anami
Apartemen sederhana milik. Kelasnya ada di antara rusunami dengan apartemen/kondominium.
Agunan (collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.
Amortisasi (amortization)
Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.
Anchor tenant
Tenant utama atau penyewa ruang dengan skala besar di sebuah proyek properti komersial seperti mal, yang bisa menarik pengunjung untuk datang.
Arus Kas (Cash Flow)
Aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana.
Backlog
Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.
Bepertarum
Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan.
BBN
Bea Balik Nama.
BPHTB
Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan.
BPN
Badan Pertanahan Nasional.
Booming Properti
Kondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti
Broker
Mempunyai Agensi property sendiri dan mempekerjakan para Agen property.
Bunga tetap (Flat rate)
Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas.
Bunga mengambang (Floating rate)
Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank.
Buyer / Investor
Pembeli property, bisa dipakai sendiri atau untuk investasi ( investor )
Capital Gain
Keuntungan dari hasil penjualan properti, dibandingkan dengan harga saat membeli.
Cash back
Mendapatkan dana lebih dari pengajuan plafon kredit, atau dana potongan dari promosi marketing developer ( biasanya hanya ada di Primary Market )
Cluster
Pengelompokan beberapa rumah di dalam sebuah kompleks perumahan, biasanya dengan karakter arsitektur tertentu yang dibuat eksklusif, dengan sistem one gate.
Co-broking
Kerjasama penjualan rumah antara 2 agen atau lebih.
Cost and Fee
Sistem yang diberlakukan kontraktor untuk pengerjaan pembangunan/suatu proyek berdasarkan bagi hasil (biasanya 10% – 15%), dimana harga-harga material, desain, dan upah tenaga kerja, mengikuti atau dapat berubah selama proyek belum selesai. Biasanya sistem ini merugikan pemilik atau developer, karena jika kontraktor nakal, maka pengerjaan akan diulur-ulur, sehingga budget membengkak dan tentu fee bagi si kontraktor juga ikut membesar.
Cut and fill
Pengolahan lahan agar rata, tidak berbukit-bukit.
Earlybird
Membeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Biasanya pengembang menawarkan harga khusus dengan sejumlah kemudahan dan diskon.
Escrow
Badan penengah yang netral antara penjual dan pembeli. Biasanya untuk menitipkan uang jaminan / deposit, tanda tangan PPJB & sampai serah terima AJB. Di Indonesia tugas Escrow dilimpahkan kepada Notaris.
Fixed Cost and Fee
Hampir sama dengan sistem cost and fee, hanya saja fee yang ditetapkan bagi kontraktor tetap berdasarkan kesepakatan awal dan tidak mengalami perubahan, kecuali perubahan dilakukan oleh pemilik properti. Cara ini merupakan yang terbaik bagi kedua belah pihak.
FLPP
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.
GSB
Garis Sempadan Bangunan, adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui dalam membangun bangunan ke arah GSJ (jarak minimal antara bangunan dengan jalan).
GSJ
Garis Sempadan Jalan, atau garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota.
Girik / letter C
Surat keterangan kepemilikan tanah/ bangunan dari camat atau lurah.
Groundbreaking
Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.
HGB
Hak Guna Bangunan.
HGU
Hak Guna Usaha.
HPL
Hak Pengelolaan Lahan.
Hak sewa
Tanah milik pemerintah dan harus bayar sewa setiap tahun.
Tanah milik pemerintah dan harus bayar sewa setiap tahun.
Hand over (turn key)
Serah terima unit dari pengembang / developer ke pembeli, biasa digunakan untuk primary market.
IMB
Serah terima unit dari pengembang / developer ke pembeli, biasa digunakan untuk primary market.
IMB
Izin Mendirikan Bangunan. Diberikan kepada perorangan atau badan hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan properti.
IPB
IPB
Izin Penggunaaan Bangunan. Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah properti selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi syarat fungsi perlengkapan bangunan.
Indent
Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu. Umum terjadi di Primary market. Anda membayar deposit ( 20-30% dari harga jual – tergantung developer ) dan developer akan start build dalam jangka waktu yang ditentukan.
Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu. Umum terjadi di Primary market. Anda membayar deposit ( 20-30% dari harga jual – tergantung developer ) dan developer akan start build dalam jangka waktu yang ditentukan.
Kopel
Deretan dua atau lebih rumah dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasa dipakai di perumahan menengah ke bawah.
KPR
Kredit Kepemilikan Rumah
KPAK
Deretan dua atau lebih rumah dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasa dipakai di perumahan menengah ke bawah.
KPR
Kredit Kepemilikan Rumah
KPAK
redit Pemilikan Apartemen
KDB
KDB
Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota
KLB
KLB
Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.
Loan (Pinjaman)
Dana yang disediakan bank untuk nasabah dengan pemberian bunga dalam jumlah tertentu, yang harus dilunasi dengan cara mencicil dalam waktu yang telah ditentukan.
Masterplan
Area pengembangan skala Besar ( Major area development ) oleh satu atau beberapa developer, biasanya untuk pengembangan kota satelit ( contoh : Bintaro, BSD etc )
Dana yang disediakan bank untuk nasabah dengan pemberian bunga dalam jumlah tertentu, yang harus dilunasi dengan cara mencicil dalam waktu yang telah ditentukan.
Masterplan
Area pengembangan skala Besar ( Major area development ) oleh satu atau beberapa developer, biasanya untuk pengembangan kota satelit ( contoh : Bintaro, BSD etc )
Mixed-used Development
Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.
NJOP
Nilai Jual Objek Pajak
NPWP
Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.
NJOP
Nilai Jual Objek Pajak
NPWP
Nomor Pokok Wajib Pajak
Negotiator
Petugas Tahap ketiga, yang akan negotiate / berunding dengan Owner, baik mengenai harga, terms / cara serah terima dan melaporkan kepada investor / buyer yang bersangkutan.
Negotiator
Petugas Tahap ketiga, yang akan negotiate / berunding dengan Owner, baik mengenai harga, terms / cara serah terima dan melaporkan kepada investor / buyer yang bersangkutan.
Notaris / PPAT ( Pejabat Pembuat Akte Tanah )
Pejabat yang berwenang sebagai penengah dan pembuat akta tanah ( untuk diajukan ke BPN )
Pejabat yang berwenang sebagai penengah dan pembuat akta tanah ( untuk diajukan ke BPN )
Okupansi
Jumlah unit yang tersewa atau terisi dalam sebuah properti sewa, seperti mal, perkantoran, atau hotel.
Jumlah unit yang tersewa atau terisi dalam sebuah properti sewa, seperti mal, perkantoran, atau hotel.
Owner
Pemilik Property
Pemilik Property
Peruntukan
Penggunaan fungsi ruang pada daerah/lingkungan yang ditetapkan oleh rencana tata kota. Peruntukan ini menentukan jenis bangunan yang dapat dibangun di daerah tersebut. Peruntukan terbagi menjadi beberapa macam: Wisma Besar, Wisma Sedang, dan Wisma Kecil (rumah tinggal), Wisma Taman, Wisma Flat, Wisma Susun (rumah susun), Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt-untuk bangunan kantor), Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd-dibangun toko atau pertokoan).
Penggunaan fungsi ruang pada daerah/lingkungan yang ditetapkan oleh rencana tata kota. Peruntukan ini menentukan jenis bangunan yang dapat dibangun di daerah tersebut. Peruntukan terbagi menjadi beberapa macam: Wisma Besar, Wisma Sedang, dan Wisma Kecil (rumah tinggal), Wisma Taman, Wisma Flat, Wisma Susun (rumah susun), Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt-untuk bangunan kantor), Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd-dibangun toko atau pertokoan).
Primary market
Rumah / Apartement / Ruko baru, atau penjualan hasil pengembangan lahan developer yang pertama kali dijual.
Rumah / Apartement / Ruko baru, atau penjualan hasil pengembangan lahan developer yang pertama kali dijual.
Ready Stock
Properti dijual dalam keadaan telah terbangun
Properti dijual dalam keadaan telah terbangun
Refinancing (Pembiayaan Ulang)
Mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.
Mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.
Scout
Petugas Tahap pertama peninjauan suatu lokasi property, tugasnya mencari tanah / property, mengumpulkan data di lapangan dan kemudian dilaporkan kepada surveyor
Petugas Tahap pertama peninjauan suatu lokasi property, tugasnya mencari tanah / property, mengumpulkan data di lapangan dan kemudian dilaporkan kepada surveyor
Secondary Market
Rumah / Apartement / Ruko / Property yang sudah pernah di perjual belikan sebelumnya di Primary Market. Tangan Kedua, Tangan ketiga dan seterusnya
Rumah / Apartement / Ruko / Property yang sudah pernah di perjual belikan sebelumnya di Primary Market. Tangan Kedua, Tangan ketiga dan seterusnya
Serah Terima
Waktu yang ditentukan Developer untuk memberikan kunci dan sertifikat kepada buyer.
Waktu yang ditentukan Developer untuk memberikan kunci dan sertifikat kepada buyer.
Service charge
Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.
Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.
Sinking fund
Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, pengecatan gedung, dan lain-lain.
Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, pengecatan gedung, dan lain-lain.
Site plan (rencana tapak)
Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.
Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.
Sunrise property
Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.
Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.
Sunset property
Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.
Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.
Superblok
Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi dalam kawasan tersebut, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).
Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi dalam kawasan tersebut, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).
Surveyor
Petugas Tahap kedua peninjauan suatu lokasi property, tugasnya survey langsung dan mengkonfirmasi data yang diterima dari Scout, bertemu dengan owner dan mengecek keabsahan sertifikat di Notaris / BPT / Kecamatan / Kelurahan.
Petugas Tahap kedua peninjauan suatu lokasi property, tugasnya survey langsung dan mengkonfirmasi data yang diterima dari Scout, bertemu dengan owner dan mengecek keabsahan sertifikat di Notaris / BPT / Kecamatan / Kelurahan.
Strata title
Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.
Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.
Tenor
Jangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.
Jangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.
Top-up
Meningkatkan plafon kredit pinjaman
Meningkatkan plafon kredit pinjaman
Topping off
Pemasangan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi.
Pemasangan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi.
Wait and see
Menunggu dan melihat; suatu istilah yang lebih cenderung merupakan strategi tindakan untuk diam dan mengamati sambil menunggu saat yang tepat memulai tindakan berikutnya.
Menunggu dan melihat; suatu istilah yang lebih cenderung merupakan strategi tindakan untuk diam dan mengamati sambil menunggu saat yang tepat memulai tindakan berikutnya.
Yield
Keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibagi harga properti. Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut 5%.
Keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibagi harga properti. Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut 5%.
Program Sejuta Rumah – 12 Aturan perijinan dipangkas
Program Sejuta Rumah, 12 Aturan dipangkas, ini menjadi peluang yang menggiurkan untuk para developer perumahan RSH atau bersubsidi, terus bagaimana untuk pemula ingin ambil bagian di bisnis perumahan bersubsidi ini?
tidak usah kwawatir dan bimbang, bagi anda yang ingin mendalami ilmu RSH atau Bersubsidi ini bisa mengikuti kelasnya disini http://workshopproperti.com anda akan dibimbing step by step sampai bisa bahkan untuk alumni ada jaringan khusus dan juga asosiasinya nanti akan diterangkan dikelas RPB (Revolusi Perumahan Bersubsidi)
Langganan:
Postingan (Atom)







